x

NASA Sorot Proyek IKN Jokowi, Beberkan Foto dari Satelit

waktu baca 2 menit
Jumat, 1 Mar 2024 02:32 0 57 PPU

Sejak pertengahan tahun 2022, hutan di Kalimantan bagian timur dilaporkan mengalami perubahan pesat akibat pembangunan IKN atau Ibu Kota Nusantara. Jalanan dibuat dan bangunan didirikan di dekat Teluk Balikpapan di Kalimantan Timur.

Ibu kota baru di pulau Kalimantan dibangun untuk menjawab tantangan lingkungan yang dihadapi Jakarta, ibu kota Indonesia saat ini.

Wilayah metropolitan Jakarta dihuni oleh 30 juta orang dan telah berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir. Banjir yang sering terjadi, lalu lintas padat, polusi udara dan kekurangan air minum merupakan hal yang biasa terjadi di Jakarta.

Jakarta juga diisukan bakal tenggelam dalam beberapa tahun ke depan. Pengambilan air tanah yang berlebihan telah berkontribusi terhadap laju penurunan permukaan tanah hingga 15 sentimeter per tahun, dan 40 persen wilayah kota kini berada di bawah permukaan laut.

Pada tahun 2019, Presiden Indonesia mengumumkan bahwa pusat administrasi negara akan dipindahkan dari pulau Jawa yang berpenduduk padat ke pulau Kalimantan yang lebih sedikit.

Penampakan IKN dari Satelit NASA pada 2019
Wujud IKN dari tangkapan sensor NASA Foto: NASA

Pembangunan IKN dimulai pada Juli 2022 di kawasan hutan dan perkebunan kelapa sawit 30 kilometer ke daratan dari Selat Makassar.

Dalam gambar yang dirilis oleh Earth Observatory NASA, menunjukkan foto IKN pada bulan April 2022 dan Februari 2024. Mereka ditangkap masing-masing oleh OLI-2 (Operational Land Imager-2) di Landsat 9 dan OLI di Landsat 8.

Pada gambar tahun 2024, terlihat banyak lahan di dalam hutan yang sudah dibuka untuk menjadi dibangun menjadi jalan utama. Tahap awal pembangunan melibatkan pembangunan fasilitas pemerintah dan bangunan lainnya untuk penduduk awal yang diperkirakan berjumlah 500.000 orang.

Penampakan IKN dari Satelit NASA pada 2024
Wujud IKN dari tangkapan sensor NASAFoto: NASA

Rencana proyek menetapkan bahwa IKN akan menjadi kota metropolitan yang hijau dan dapat dilalui dengan berjalan kaki, dan didukung dengan energi terbarukan dengan 75 persen kota tersebut masih berupa hutan.

Namun di satu sisi, beberapa peneliti khawatir perubahan penggunaan lahan ini dapat membahayakan hutan dan satwa liar di wilayah tersebut.

Hamparan daratan dan perairan pantai yang sedang dikembangkan kaya akan keanekaragaman hayati dan rumah bagi hutan bakau, bekantan, dan lumba-lumba Irrawaddy.

Meskipun lokasinya telah banyak berubah selama satu setengah tahun terakhir, kota ini masih jauh dari selesai. Konstruksi direncanakan akan selesai pada tahun 2045.

Intan Rakhmayanti Dewi

Sumber: CNBC Indonesia, 27 February 2024

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x