x

Basuki Ajak Pelaut Australia hingga AS Berlayar ke IKN Naik Kapal Tradisional

waktu baca 4 menit
Minggu, 10 Sep 2023 01:57 0 104 PPU

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaksanakan acara berlayar bertajuk Nusantara Sail 2023. Agenda itu terlaksana selama enam hari, mulai 22-26 September 2023 mengundang berbagai pelaut nasional dan internasional untuk menikmati keindahan alam Indonesia, sekaligus berkunjung ke ibu kota baru, IKN Nusantara.

Dalam seremonial pembukaan Nusantara Sail 2023, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, menjelaskan bahwa kegiatan berskala internasional itu diprakarsai PUPR untuk menunjukkan IKN Nusantara.

Selain itu, di bawah naungan Komite Layar Nusantara Indonesia, pelayaran bertujuan menandai permulaan pengembangan IKN yang juga berfokus pada maritim untuk menjadikan poros maritim dunia. Hal ini mengingat wilayah Indonesia yang 79% wilayahnya terdiri dari laut dan memiliki lebih dari 17.000 pulau.

“Kita ingin menunjukkan bahwa Indonesia adalah bangsa pelaut. Bagi kita laut bukan pemisah, tapi justru jalan penghubung antar pulau,” tutur Basuki dalam sambutannya di Gelanggang Olahraga (GOR) Bahtera Jaya Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Sabtu (9/9/2023).

Basuki mengatakan terdapat 39 kapal dari delapan negara yang mengikuti perhelatan tersebut. Selain Indonesia, berbagai negeri peserta adalah Malaysia, Afrika Selatan, Norwegia, Australia, Jerman, Filipina, dan Amerika Serikat (AS).

Para peserta diajak naik tiga kapal tradisional. Ketiganya adalah Sandeq, kapal ikan yang berasal dari Mandar, Sulawesi Barat, Palari, yang merupakan kapal kargo asal Makassar, Sulawesi Selatan, serta Vega yang berjenis european vessel dari Jerman.

Ketiga bahtera tersebut akan bertolak dari wilayah berbeda-beda. Sandeq akan berangkat dari Mandar, Palari dari Makassar, dan Vega, dari Jakarta. Titik temu ketiga kapal ini pun kelak berlabuh di Jembatan Pulau Balang, Balikpapan, pada 25 September 2023.

Selain tiga rute dari Jakarta, Mandar, dan Makassar, terdapat satu rute lagi bagi pelaut internasional yang berlayar dari Sandakan, Sabah, Malaysia.

Para pelaut mancanegara itu akan tiba di perairan Indonesia via Nunukan, Kalimantan Utara, sebagai entry point. Berau pun menjadi destinasi setelah Nunukan, sebelum menuju ke IKN Nusantara.

Basuki berharap agar kegiatan tersebut berjalan lancar. Melalui kegiatan tersebut, ia menjelaskan PUPR berkomitmen untuk mendorong animo masyarakat untuk berinteraksi dengan laut, serta menjaga perairan dari perubahan iklim dan kerusakan lingkungan.

“Karena itu pula agenda ini sebenarnya merupakan bagian dari World Water Forum 2023. Terima kasih kepada semua yang terlibat. Kepada para peserta, jangan lupa cek peralatan dan cuaca. Saya tunggu di Pulau Balang 25 September nanti,” tutup Basuki.

Jadwal Lengkap Nusantara Sail 2023
Hari Pertama dan Kedua
Pada Jumat (22/9) dan Sabtu (23/9), semua peserta dijadwalkan menambatkan perahu di Balikpapan, Kalimantan Timur. Lokasi penambatan berada di area Balikpapan Super Block (BSB) yang terletak di Jalan Jendral Sudirman, Balikpapan Selatan.

Selain diberi waktu bebas untuk menikmati Kota Beriman, peserta turut diajak menikmati berlayan kapal tradisional jenis Sandeq. Kapal itu akan dikendarai langsung oleh komunitas pelayar lokal pada Sabtu (23/9).

Perahu yang dikendarai peserta akan menginap semalam di BSB. Menjadi tempat peristirahatan yang layak dari perjalanan panjang sebelum berkegiatan di hari berikutnya.

Hari Ketiga
Agenda ketiga yang terlaksana Minggu, (24/9/2023) menjadi hari bagi para peserta berlayar ke IKN Nusantara. Peserta dijadwalkan berangkat dari BSB menuju Pulau Balang, Kalimantan Timur, mulai pukul 07.00 sampai 11.00 WITA.

Rute akan melewati jembatan penghubung antara Balikpapan-Panajam Paser Utara-IKN Nusantara yakni Jembatan Pulau Balang. Kapal yang dibawa oleh peserta akan ditambatkan semalam di pulau yang memiliki luasan 310,36 hektare itu.

Hari Keempat
Agenda hari keempat yang terlaksana Senin (25/9/2023) akan menjadi momen bagi peserta untuk menghadiri acara seremoni di IKN Nusantara. Ada berbagai acara yang menghadirkan penampilan kultural dan sambutan dari pemerintah.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono/Foto: Samuel Gading/detikcom

Kesempatan ini dapat dimanfaatkan peserta untuk berbagai berjejaring dengan berbagai pelaut serta partisipan lainnya. Di akhir kegiatan, peserta turut diajak untuk mengikuti penanaman pohon. Setelah semua kegiatan usai, peserta bakal berlayar kembali ke area BSB di Balikpapan.

Hari Kelima
Hari kelima yang terlaksana Selasa (26/9/2023), menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengunjungi ibu kota Kalimantan Timur, yakni Samarinda, melalui jalan darat selama dua jam. Di Kota Tepian, Peserta bakal mengunjungi berbagai lokasi warisan kultural Kalimantan Timur.

Salah satunya adalah Desa Pampang yang dihuni Suku Dayak. Desa tersebut memiliki berbagai informasi yang menarik untuk diketahui. Mulai dari tradisi, kearifan lokal, dan makanan tradisional yang dijamin lezat di lidah.

“Untuk keamanan kapal sendiri tidak perlu khawatir. Karena akan dijaga oleh aparat setempat di Balikpapan,” tulis panitia dalam berkas bertajuk “Nusantara Sail 2023”.

Hari Keenam
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut usai pada Rabu (27/9/2023). Peserta dipersilahkan untuk bersauh untuk pulang, maupun melanjutkan perjalanan. Sejumlah kapal yang diketahui akan melanjutkan perjalanan pun adalah kapal jenis Vega (Jerman), dan Palari (Makassar).

Kedua bahtera itu disebut akan berlayar ke sejumlah daerah untuk melaksanakan misi sosial, yakni mengembangkan edukasi dan kesehatan masyarakat di berbagai kepulauan terpencil Indonesia.

Samuel Gading –

Sumber: detikFinance, Sabtu, 09 Sep 2023

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x