x

Kalimantan Tengah bersiap jadi penyangga IKN

waktu baca 5 menit
Sabtu, 9 Sep 2023 23:59 0 54 PPU

Provinsi Kalimantan Tengah bakal menjadi salah satu daerah strategis penyangga Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

Oleh karena itu, pembangunan masif yang dilakukan Pemerintah tak hanya menyasar IKN, namun juga daerah-daerah penyangga termasuk Kalimantan Tengah.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah saat ini terus memacu pembangunan di berbagai sektor dalam menyongsong IKN Nusantara.

Pembangunan itu mencakup berbagai bidang, agar Kalimantan Tengah mampu menjadi daerah penyangga IKN.

Oleh karena itu, Pemprov Kalteng fokus membangun sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga perekonomian dengan memanfaatkan anggaran pemerintah daerah maupun Pemerintah Pusat.

Di Kalimantan Tengah saat ini terdapat Proyek Strategis Nasional (PSN) Food Estate, yakni pengembangan lumbung pangan nasional yang difokuskan di Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas.

PSN yang 3 tahun lalu sempat ditinjau Presiden Joko Widodo tersebut dirancang untuk mewujudkan kemandirian pangan. Pengembangan food estate ini penting untuk menopang kebutuhan pangan IKN Nusantara dan sekitarnya.

Selain itu, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran juga menginisiasi pengembangan kawasan shrimp estate atau tambak udang vaname, yang dipusatkan di kawasan pesisir Kabupaten Sukamara.

Pengembangan sentra tambak udang itu sebagai implementasi dari optimalisasi salah satu potensi wilayah di Kalimantan Tengah, yang diharapkan menjadi daya ungkit perekonomian masyarakat dan daerah. Pengembangan ini tidak hanya menyasar penjualan skala lokal namun diharapkan juga menjangkau pasar ekspor.

Megaproyek RSUD
Progres megaproyek pembangunan rumah sakit umum daerah milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan, saat ini sudah mencapai sekitar 40 persen.

RSUD ini ditargetkan rampung akhir 2023 dan mulai beroperasi pada awal 2024. Pembangunan fasilitas kesehatan ini dilaksanakan pemerintah provinsi, agar pelayanan kesehatan bisa menjangkau masyarakat secara merata.

Sebagai daerah penyangga IKN Nusantara, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat kian penting, terutama berkaitan dengan kesehatan maupun pendidikan, demi tersedianya sumber daya manusia yang sehat, cakap, serta berdaya saing.

Pembangunan rumah sakit ini juga sesuai dengan kebutuhan daerah. Luas Kalimantan Tengah yang berkisar 1,5 kali Pulau Jawa, membutuhkan layanan kesehatan yang lebih tersebar agar bisa memberikan pelayanan secara merata.

“Kita bangun rumah sakit yang mutunya setara dengan yang ada di Pulau Jawa, baik sarana prasarana, dengan peralatan medis berteknologi tinggi, dan dilengkapi SDM unggul,” ucap Sugianto Sabran.

Secara keseluruhan, luas rumah sakit ini mencapai 32.184 m², yakni untuk IGD 4.500 m², gedung penunjang 11.500 m², serta gedung utama 16.000 m².

RSUD Tipe B ini juga dilengkapi instalasi rawat inap (Irna) VVIP, VIP, dan umum, ruang MEP, ruang isolasi, kantor ITU, hemodialisis, CSSD, ruang bedah, ruang persalinan, poli, radiologi, laboratorium medik, rekam medik, ICU, ICCU, PICU, HCU, IGD, ruang jenazah, IPS RS, laundry, gizi, IPAL, pembangkit listrik, serta lainnya.

Juga disediakan sarana prasarana penunjang lain seperti rumah dinas dokter dan tenaga kesehatan, hingga instalasi pemeliharaan rumah sakit (IPRS).

Sentuhan artistik
Adapun sektor lain yang saat ini mendapat perhatian besar Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah adalah pembangunan kebudayaan dan pariwisata.

Sektor ini dianggap sebagai salah satu bidang yang penting dikembangkan pada masa sekarang maupun mendatang, antara lain, untuk menopang pertumbuhan ekonomi daerah.

Oleh karena itu, Gubernur Sugianto Sabran tak hanya bertumpu pada pembangunan sektor strategis, tetapi juga membenahi maupun merenovasi bangunan-bangunan monumental dan bersejarah, khususnya di Ibu Kota Provinsi Kalteng Palangka Raya.

Pembenahan berbagai bangunan ikonik di Kota Palangka Raya, agar Kalimantan Tengah sebagai provinsi yang beririsan dengan IKN Nusantara, juga mampu menjadi penyangga dari segala sektor baik dari sisi kebutuhan primer maupun sekunder.

Beberapa yang direnovasi dan saat ini sedang berjalan adalah Bundaran Besar Palangka Raya, Bundaran Mahir Mahar, dan pengembangan Jembatan Kahayan serta areal sekitar yang dilengkapi dengan pembangunan water front city. Bangunan-bangunan ikonik ini ditarget selesai dan diresmikan pada akhir 2023.

Di samping program strategis prorakyat, membangun ikon di Kota Palangka Raya sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah dinilai penting. Palangka Raya adalah gerbang sekaligus etalase Kalimantan Tengah . Oleh karena itu bangunan-bangunan yang menjadi ikon di ibu kota provinsi ini juga penting.

Bangunan-bangunan ikonik dan bersejarah yang ada saat ini dinilai belum mampu menjadi daya tarik lantaran hanya sebatas bangunan tanpa disertai sentuhan arsitektur yang artistik nan modern.

Maka, agar bangunan-bangunan yang ada saat ini tidak tenggelam ditelan arus zaman maka harus dibenahi supaya mampu memberi nilai tambah maupun manfaat. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dan kreativitas-visioner yang mampu menembus masa depan.

Sugianto Sabran menginginkan, selain memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi, bangunan-bangunan itu juga mampu dikembangkan menjadi destinasi wisata sekaligus pengembangan ekonomi kreatif yang unggul.

Bundaran Besar Palangka Raya, yang renovasinya sedang berlangsung, misalnya, memiliki sejarah sangat penting. Bukan hanya berada di jantung Kota Palangka Raya. Bahkan ada ahli yang menyebut bundaran ini sebagai center of the world alias pusat jagat.

Saat ini pembangunan Bundaran Besar Palangka Raya terus berlanjut dan sudah mencapai sekitar 35 persen, di antaranya mencakup struktur atas menara (elevasi +23,40 m), diorama museum budaya, museum perjuangan, serta lainnya.

Seluruh pekerjaan struktur ditargetkan rampung pada Agustus dan seluruh pekerjaan ditargetkan selesai 29 Desember 2023. Dalam renovasi ini terdapat beberapa bangunan tambahan, meliputi Menara Talawang, museum, biorama, teater dilengkapi tempat duduk penonton, maupun kolam untuk penghijauan kota. Namun, penataan tersebut tidak mengubah bentuk asli Bundaran Besar Palangka Raya.

Sebagai penyangga Ibu Kota Negara Nusantara, Gubernur menegaskan sudah semestinya Palangka Raya dan Kalimantan Tengah mempersiapkan diri dari segala aspek, dengan menyajikan berbagai kelebihan dan keunggulan.

“Pembangunan IKN sudah di depan mata, kita harus tangkap peluang itu sebagai suatu momentum berbenah” katanya.

Hasilnya tentu tidak serta merta bisa dirasakan sekarang. Yang pasti pada masa mendatang, apa yang dilakukan pemerintah saat ini bakal memberi manfaat nyata sekaligus kebanggaan bagi anak cucu bangsa Indonesia.

Pewarta : Muhammad Arif Hidayat

Sumber: (ANTARA) – Selasa, 20 Juni 2023

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x