x

Proyek IKN Habiskan Rp510,79 Triliun, Patung Garuda Raksasa Akan Mengalami Proses yang Sama dengan Patung Liberty di Amerika

waktu baca 3 menit
Minggu, 31 Mar 2024 00:27 0 59 PPU

Proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) menghabiskan biaya Rp510,79 triliun, desain burung Garuda untuk Istana Negara ternyata dibangun oleh seniman pembuat patung Garuda Wisnu Kencana yang berlokasi di Bali.

Desain Istana Negara di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, di Kalimantan yang menjadi tempat utama bagi kinerja presiden telah menemukan konsep bentuk terbaiknya.

Bentuk desain burung garuda yang sedang mengepakkan sayap hasil karya seorang seniman hebat asal Indonesia, Nyoman Nuarta terpilih oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai desain final istana negara.

Desain yang dinamai Istana Garuda tersebut merupakan satu dari bagian Istana Kepresidenan Nusantara yang dibangun di lahan seluas 55,7 Ha dengan luas tapak 334.200 meter persegi.

Menurut Nyoman, burung Garuda menjadi desain terpilih karena memiliki kaitan yang sangat erat dengan Negara Indonesia.

Di tengah banyaknya perbedaan, segala sudut pandang pandang, keragaman adat istiadat dan perilaku, serta perbedaan kepercayaan dan agama.

Garuda merupakan simbol yang mempersatukan seluruh aspek tersebut. Apalagi garuda juga menjadi bagian dari lambang negara, Bhineka Tunggal Ika.

“Presiden akan berkantor di Istana Garuda, seolah berada di garis depan untuk memimpin bangsa ini menggapai segala hal baik bersama. peran ini mengandung bahasa keindahan, keramahtamahan, keteduhan kemandirian, serta kewibawaan sebagai pemimpin bangsa yang besar,” ucap Nuarta dikutip dari website Menparekraf pada 27 Maret 2024.

Nominal yang dihabiskan untuk membangun Garuda raksasa di IKN tersebut secara spesifik belum diketahui, namun telah masuk ke dalam biaya pembangunan ibu kota tersebut dengan total Rp510,79 triliun.

Nyoman Nuarta mengatakan bahwa Istana Garuda akan menjadi istana presiden pertama di dunia yang dibangun sebagai sebuah karya seni.

Burung Garuda tersebut akan dibangun dari material kerangka baja, serta cangkang dari tembaga, kuningan, galyalum dan kaca. Tembaga dan kuningan selanjutnya akan mengalami proses oksidasi, sehingga perlahan-lahan akan berwarna hijau tosca yang matang seperti patung liberty.

Istana Garuda akan berdiri di garda paling depan untuk mengubah citra sebuah pulau kosong yang selama ini tidak disentuh oleh pembangunan.

Nyoman berharap agar Istana Garuda benar-benar bisa menjadi rumah rakyat Indonesia dalam mereguk nila-nilai keadaban dan perdamaian, serta persaudaraan dan persatuan, agar bangsa ini terus bertumbuh menjadi bangsa yang sehat, kuat, dan besar sepanjang masa.

Istana Kepresidenan di IKN sendiri akan berdiri di daerah Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Lahan yang digunakannya mencapai 100 hektare dengan luas area bangunan hanya 8%, sedangkan sisanya 92% akan ditata menjadi ruang terbuka hijau.

Istana Kepresidenan akan terdiri dari beberapa bangunan seperti, lapangan upacara, bangunan istana, kantor presiden, kantor Sekretariat presiden, kantor staf khusus, paviliun presiden, wisma negara, mess paspampres, masjid, museum/dukasi, dan bangunan pendukung lainnya.

Khusus untuk Bangunan Kantor Presiden (Istana Garuda), rencananya akan terbangun seluas 3,5 Ha dengan ketinggian 4 lantai. Bangunan Kantor Presiden ditempatkan pada posisi tertinggi dari keseluruhan kawasan.

Jokowi sendiri telah melakukan kunjungan kerja untuk menemui Nyoman Nuarta Gallery di Parongpong, Kabupaten Bandung Barat pada 12 Juli 2023 lalu.

Jokowi mengatakan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan semua bagian dan tahapan proses pembangunan khususnya Istana Kepresidenan di IKN berjalan dengan baik dan sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan.

Arif Ruhiyat

Sumber: Ayo Bandung, Rabu, 27 Maret 2024

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x