x

Waduh, Lokasi IKN di Kalimantan Timur Rawan Gempa, BMKG: Berada di Sesar Gempa, Ada Energi Besar

waktu baca 3 menit
Senin, 6 Feb 2023 16:50 0 93 PPU

Pemerintah telah jauh hari mempersiapakn Ibu Kota Negara (IKN) yang berada di Kalimantan Timur. Namun sayang, lokasi IKN tersebut ternyata rawan gempa.

Hal ini disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan titik wilayah yang akan menjadi IKN merupakan wilayah yang berpotensi diguncang gempa.

Bahkan, sudah ada data yang menunjukkan wilayah tersebut sudah beberapa kali diguncang gempa. Hal ini dikarenakan wilayah IKN tersebut berada di titik sesar gempa yang hingga saat ini masih aktif.

Bahkan BMKG mengatakan bahwa pada Rabu, 25 Januari 2023 lalu, baru saja terjadi gempa magnitudo 3,7 di Sangkuliang, Kutai Timur. Titik gempa ini hanya berjarak 500 km dari lokasi Ibu Kota Negara (IKN).

Bukan hanya itu, lokasi IKN ini berada di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara. Dan itu merupakan lokasi Sesar Mangkalihat.

“Gempa di Kutai Timur itu diakibatkan oleh Sesar Mangkalihat. Titik gempa hanya sekitar 500 km dari pusat Ibu Kota Negara (IKN),”bebernya.

“Sesar ini patut diwaspadai karena sudah diprediksi akan mengeluarkan energi cukup besar,” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono.

Daryono mengatakan bahwa Sesar Mangkalihat sudah berkali-kali memicu guncangan di Kalimantan Timur. “Bukan sesuatu yang baru. Tidak langka, di situ memang banyak gempanya karena ada sumbernya,” ujarnya.

Dijelaskannya bahwa sebenarnya Kalimantan Timur memiliki tiga struktur sesar sumber gempa, yaitu Sesar Maratua, Sesar Mangkalihat dan Sesar Paternoster.

Hasil kajian Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) pada 2017, Sesar Mangkalihat memiliki kekuatan tertarget mencapai magnitudo 7,0 dengan laju pergeseran 0,5 milimeter per tahun.

Kajian Kondisi Geologi Ibu Kota Negara

Kepala Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Eko Budi Lelono mengaku pihaknya sudah dilibatkan dalam melakukan kajian kondisi geologi ibu kota negara atau ibu kota baru di Kalimantan Timur.

“Misalnya melakukan penelitian tanah dan dari sisi potensi air tanah, begitu juga dari sisi potensi kebencanaan,” kata Eko.

Eko menjelaskan, Pulau Kalimantan relatif lebih stabil. Namun, dia menemukan adanya beberapa garis patahan, yang kerap jadi penyebab bencana gempa bumi di sekitar lokasi ibu kota baru.

“Tapi kita catat ada beberapa patahan di sana. Ini perlu dilihat lagi,apakah di sana potensi mengganggu,” pungkasnya.

Berikut 10 gempa di Kalimantan Timur akibat aktivitas sesar aktif berdasarkan catatan BMKG:

  1. Gempa dan Tsunami Sangkulirang pada 14 Mei 1921 yang menimbulkan kerusakan sedang hingga berat mencapai VII-VIII MMI.
  2. Gempa Tanjung Mangkalihat pada 16 November 1964, berkekuatan M 5,7.
  3. Gempa Kutai Timur pada 4 Juni 1982, berkekuatan M 5,1.
  4. Gempa Muarabulan, Kutai Timur pada 31 Juli 1983, berkekuatan M 5,1
  5. Gempa Mangkalihat pada 16 Juni 2000, berkekuatan M 5,4
  6. Gempa Tanjungredep pada 31 Januari 2006, berkekuatan M 5,4.
  7. Gempa Muaralasan, Berau pada 24 Februari 2007, berkekuatan M 5,3.
  8. Gempa Berau 16 Juli 2020, berkekuatan M 4,0.
  9. Gempa Berau 29 Januari 2021, berkekuatan M 4,1.
  10. Gempa Berau 11 Oktober 2022, berkekuatan M 4,4. *

Editor: Surya Elviza|

Sumber: Jambi Independent (disway), Minggu 29-01-2023

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x