x

Beda Mega Proyek Properti Pakuwon (PWON) dan Ciputra (CTRA) di IKN

waktu baca 4 menit
Selasa, 18 Jul 2023 06:53 0 114 PPU

Dua raksasa emiten properti PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) menyiapkan rencana proyek properti di Ibu Kota Nusantara (IKN). Afiffah Rahmah Nurdifa – Bisnis.com 11 Juli 2023

Dua raksasa emiten properti PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) menyiapkan rencana proyek properti di Ibu Kota Nusantara (IKN). Kendati memiliki konsep yang berbeda, keduanya bakal menggarap proyek terintegrasi skala jumbo.

CTRA misalnya, akan mengembangkan proyek di lahan seluas 300 hektare (ha). Proyek properti tersebut merupakan kawasan terpadu mulai dari perumahan, hotel, hingga lapangan golf

Managing Director Ciputra Group, Budiarsa Sastrawinata mengatakan ide awal pengembangan Ciputra Group di IKN mulanya di lahan seluas 300 hektare. Namun, tahap pertama pihaknya menetapkan akan fokus menggap 150 hektare untuk tahap pertama.

“Memang waktu itu kita sebut 300 hektare tapi pasti development ini akan bertahap kita mulai dengan 150 hektare dulu kira-kira, pastinya lagi kita masih menentukannya di lapangan,” kata Budiarsa, Jumat (7/7/2023).

Di luas lahan tersebut, Ciputra akan mengembangkan kawasan terpadu yang mencakup perumahan, hotel, lapangan golf, MICE (meeting, incentive, conference, dan exhibition) dan botanical garden.

“Sport supporting-nya golf dan yang pasti ada residensialnya, jadi integrated development. Untuk residensial, prioritasnya tetap rumah tapak,” ujarnya.

Budiarsa memastikan saat ini Ciputra tengah menentukan lokasi pengembangan yang berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Zona 1B.

Berdasarkan data Otorita IKN (OIKN), pemerintah akan menawarkan 500 hektare pengembangan di Zona 1B dari total 2.037 hektare untuk pembangunan awal di IKN.

Di samping itu, Ciputra belum dapat memberikan nilai investasi yang akan yang digelontorkan. Sebab, masih dalam tahap penentuan lokasi dan nilai tanah yang disepakati bersama Otorita IKN pun belum difinalisasi.

“Belum ada [nilai tanah] nanti kalau kita lokasinya sudah pasti, baru kita hitung cost dan investasinya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Budiarsa menerangkan rencana pengembangan awal kawasan terpadu yang akan dimulai dengan infrastruktur dasar dalam waktu pengembangan 1-2 tahun.

Sementara, untuk konstruksi bangunan baru akan dimulai setelah infrastruktur dasar dirampungkan. Adapun, pembangunan hotel, residensial dan lainnya diharapkan dapat selesai dalam waktu 3 tahun setelah infrastruktur lengkap.

Namun, Budiarsa belum dapat mengungkap kapan proses kontruksi akan dimulai. Sebab, masih ada proses negosiasi kesepakatan nilai tanah yang perlu difinalisasi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Ciputra masih menunggu persetujuan definitive agreement atau keputusan akhir antara pihaknya dan Badan Usaha Otorita yakni PT Bina Karya (Persero).

“Kalau definitive agreement sudah disetujui pemerintah tentu kita akan mulai [merealisasikan investasi di IKN], sesegera mungkin,” tandasnya.

Superblok
Sementara itu, Pakuwon Jati resmi mengumumkan rencana pembangunan superblok yang terdiri dari pusat perbelanjaan, apartemen, dan hotel di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur.

Sebelumnya Pakuwon sudah terkenal dengan sejumlah proyek properti ikonik, seperti kawasan Kota Casablanca hingga Gandaria City. PWON juga kerap disebut sebagai Raja Properti Mal.

Direktur Utama Pakuwon Jati Alexander Stefanus Ridwan Suhendra mengatakan pihaknya optimistis dalam rencana pembangunan properti komersial tersebut. Menurutnya, IKN merupakan peluang yang menguntungkan dalam jangka panjang.

“Kami sudah bangun properti di banyak kota-kota besar di Indonesia. Sekarang saatnya mulai pembangunan di IKN,” ujar Ridwan dalam keterangan resminya, Sabtu (8/7/2023).

Pernyataan tersebut disampaikan seiring dengan penandatanganan kesepakatan kerja sama PT Pakuwon Jati Tbk dan PT Bina Karya (Persero) di Gandaria 8 Office Tower pada Jumat (7/7/2023).

Di samping itu, Ridwan menyatakan bahwa keputusan Pakuwon untuk melakukan investasi di IKN didasari oleh posisi Pakuwon sebagai salah satu usaha properti terbesar di Indonesia.

“Jadi, kami merasa ada kewajiban tersendiri untuk mulai pembangunan terlebih dahulu di ibu kota kita yang baru nanti,” imbuhnya.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Bina Karya (Persero) Boyke P. Soebroto membeberkan rencana pembangunan mal yang terintegrasi dengan apartemen dan hotel itu akan dibangun di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

“Pakuwon memiliki reputasi tinggi sebagai mall developer di Indonesia. Kami sangat berterima kasih karena Pakuwon berkenan untuk berinvestasi di IKN,” jelasnya.

Dalam catatan Bisnis, 9 proyek flagship investment di IKN yang telah diumumkan lebih dahulu yaitu hotel bintang 4 dari PT Sirius Surya Sentosa atau Vasanta Group seluas 0,7 hektare di KIPP 1A dan hotel & resort dari PT ARCS House Wisata Indonesia (Jambuluwuk) seluas 1,2 hektare di KIPP 1A.

Selanjutnya, PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) atau Hermina juga akan membangun Rumah Sakit di KIPP 1B dengan luas lahan 2,2 hektare. Rumah sakit kedua di KIPP 1A seluas 1,9 hektare namun belum diketahui pelaksananya.

Selain itu, akan ada proyek hiburan berupa mixed-use di KIPP 1A seluas 7,3 hektare (Pakuwon Group). Kemudian, fasilitas sekolah di KIPP 1A seluas 1,2 hektare.

Selanjutnya, fasilitas olahraga yang akan dibangun PSSI berada di KIPP Zona 1B IKN dengan luas lahan mencapai 34,5 hektare. Adapun, investasi bidang olahraga ini akan didukung oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan FIFA.

Selain fasilitas gedung olahraga, Otorita IKN juga mencatat ada 2 proyek gedung perkantoran yang akan dibangun, salah satunya adalah kantor Bank Indonesia.

Author: Afiffah Rahmah Nurdifa
Editor : Hafiyyan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x